Minggu, 10 Januari 2016

sudah 2016 ini yaaa :)

yap, ini sudah tahun 2016 :)

banyak hal yang perlu saya lakukan untuk meng-upgrade diri, mengenai kebijaksanaan (sok iye.hahaha), karakter diri dan kepribadian, akhlak karimah, ilmu dan wawasan baik mengenai agama maupun kehidupan, kesehatan dan penampilan, hobi minat dan kesenangan, daaaan inginnya menikah, hidup dan berjuang bersama beliau orang yang insyaAllah senantiasa tersebut dalam deretan doa, aamiin :)

yang artinya makin banyak hal yang perlu di-upgrade.
misalnya ilmu komunikasi, ilmu berkeluarga, dan ilmu menjadi orang tua (parenting) yang sering bersliweran di timeline facebook :)

inilah, meski sekarang bukanlah persis awal tahun 2016 - tapi masih di bawah tanggal 15 januari ini.hehe, apa yang akan saya lakukan to make them come true:

1. lebih giat berdoa!!
mimpi yang ingin sekali saya wujudkan dengan beliau, sebuah pernikahan, insyaAllah.. yang di awali tentunya dengan berdoa, memohon pada Allah dengan tak kenal lelah supaya diberikan jalan pertolonganNya dan keridhaan-Nya dan diwujudkan dengan kesempatan serta ridha dan restu dari segenap keluarga :)
tentu berdoa untuk hajat-hajat yang lainnya, segala pinta diwujudkan dalam doa.
kalo kata line, berdoa itu ibarat mengayuh sepeda, insyaAllah akan sampai selama kita ga berhenti dan tidak terburu-buru minta dikabulkan, dan tentu yakin Allah akan mendengar segala doa kita :)

2. lebih banyak membaca!!
tentu membaca AlQuran dan artinya, jurnal/slide presentasi/materi pelatihan2 sebelum2nya, koran dan artikel, buku motivasi, quote, daan sebagainya :)
ada satu sih yang urgent, bahwa saya harus seenggaknya membaca berita seputar dunia islam melalui web dan situs terpercaya. supaya makin ngerti kondisi di Palestina, Suriah, Perancis, Myanmar, dan negara-negara lain, dan tentunya, kondisi Islam di negeri Indonesia tercinta.
lalu saya harus menambah wawasan keislaman, menghidupkan kembali semangat membaca yang aga redup terkait topik2 seputar Islam.
membaca buku yang meningkatkan skill yang lain, misalnya skill kepemimpinan, berwirausaha, atau berkomunikasi, atau skill dunia IT atau dunia gadget yang bertumbuh terus ini..

3. lebih banyak gaul di media sosial
oh men, saya gagap gempita kalau ditanya soal instagram, twitter, dan path.
yap, saya hanya pengguna wa, line, dan fb, dan tentu saja, blog ini.hehehe tapi nyatanya membaca itu semua aja memakan waktu yeuuuh.. saya ingin bisa share hal-hal yang bermanfaat, meskipun hal tersebut sederhana. kayak di fb, orang nge-share resep masakan. simple,, but it brings benefits to many readers. salah satunya ibu saya, beliau gemar mantengin resep-resep masakan yang bersliweran di fb.hehehe
dan untuk memposting atau menghasilkan sebuah tulisan, tentu diawali dengan bekal ilmu yang didapat dari membaca. yes, poin 2 tadi mendukung poin 3 ini
insyaAllah nanti saat ada kesempatan punya hape baru, saya pingiiin bangett moto banyak hal.. bukan sekedar selfie, tapi kayak kata Rania dalam Love Sparks in Korea nya Mba Asma, kita bisa share keindahan Islam, share ciptaan Allah yang luar biasa, atau share foto yang uda diedit dengan tambahan kata-kata bijak. beuuuh kece bangeettt
tapi entar yah, kalo rizki beli hape nya uda disisihin.hehe

4. lebih mengaca diri
yeah, saya masih suka galauuu.. suka kepoin orang, suka iri-iri gelisah liat ini itu di fb, suka merasa gagal baca diskusi sangarnya teman-teman sma, suka rendah diri merasa saya buruk, dan sebagainya.
no, di tahun 2016 ini saya ga mau gitu lagi. saya ingin menjadi pribadi yang bersyukur yang menerima pencapaian diri saya dengan lebih bangga. kisah orang harus dijadikan pembakar semangat. tapi keberhasilan mereka tidak perlu dijadikan bahan gelisah dengan membandingkan apa yang saya punya dengan mereka. diri kita ya seperti ini.. dan kita harus mensyukurinya :)
biarlah kegalauan saat melihat akhwat-akhwat kece nan sholihah, teman-teman yang mulai lahiran ga cuma anak pertama tapi uda pada keduaaa.. uuuuuu, teman-teman yang bergaji berpuluh juta, teman-teman yang travelling ke sana sini, teman-teman yang S2, biarlah semua kembali pada rizki masing-masing. saya ingin fokus pada hidup saya, kebahagiaan sederhana yang tak ternilai bersama dengan orang yang insyaAllah peduli dan menyayangi saya, dan fokus untuk berjuang meraih keridhoan dan restu untuk menikah, dan hidup bersama, berjuang bersama melewati sisa usia kami, insyaAllah,, itu tujuan saya saat ini. mimpi saya, and i will achieve it, insyaAllah
saya memang ambisius tentang karir, tapi saya ingin membuka peluang2 diri saya dan diri beliau, karena saya yakin rizki kami telah terjamin. menikah tidak boleh takut miskin. terus berusaha serta komitmen terhadap hal-hal yang sudah kita pilih. salah satunya adalah komitmen dalam amanah pekerjaan kami. kalau Allah jamin rizki kita dan kita ga lelah berusaha, kenapa harus khawatir. optimis laaah. yeaah

5. lebih berbaiksangka lagi, lebih postif!!

6. lebih bersih, lebih rapi, lebih kece!!
inget, gimana ge lu cewek maa. harus jaga kebersihan badan. Rasulullaah suka meminyaki rambut lho.. ayo ayoo merawat diri.hahaha (sok malesan saya..)
jaga berat badan, inget usia uda makin tua, jangan sampe sakit-sakitan gegara makan yang kebanyakan.. jlebb.. perbanyak minum air putih, naik tangga dan cukupkan berjalan kaki, bangun pagi dan jangan kelamaan tidur.

7. lebih banyak nonton film
sekarang banyak film-film dakwah. uda gitu nonton film tuh suka bisa berasa impactnya. ga perlu ke bioskop, luangin aja nonton film-film berkualitas dari laptop. drama korea sesekali pun harus ditonton. nyatanya semangat tokoh-tokoh drama yang digambarkan tidak kenal lelah dan tidak kenal menyerah, bisa menyengat semangat kita.hehe juga dalam bertahan hidup, bertahan di lingkungan yang kadang kita ga sesuai, dan bertahan dalam hal cinta. itu drama korea bisa dapett banget dah yang namanya perjuangan.. misal nih: school 2013 - tokoh gurunya go nam soon yang tak kenal menyerah!! jjinjja jjang!!

itu dulu yah.hahaha itu ge banyaak bener men.
poin galau baper itu yang masih harus diasah. saya keinget mba elok dan mba dany kalo lagi kayak gini.. mereka teh temen nya ga banyak. orang terdekat mereka ya keluarga. jarang update2 dan ga pingin show off. sederhana tapi memukau. dengan cobaan dan ujian kehidupan yang seperti apa ge, mereka ga galau di medsos. kalem, cool. mereka juga ga pamer dgn kelebihan rizki atau foto-foto jalan-jalan atau foto-foto makan-makan meskipun mereka mungkin bisa aja kalo mau show off mah.hehe

i admire you sisters..

dengan mengucap bismillaahirrahmaanirrahiim, marii kita sambut 2016 dengan positif dan optimis!!
jargonnya gini yah: 2016,, positif-optimis!! yes yes yees
(uda kayak jaman maba aja.hahaha)





Sabtu, 12 Desember 2015

Menulis Kembali

yeeyeeaaah

saya menulis blog ini lagi.. :)
terlepas ada pembaca setia atau tidak, itu tidak lah penting. tapi saya ber-azzam mau rutin menulis, tentang apapun, ya yang galau-galau, yang cuma narsis cerita tentang diri sendiri, atau yang sifatnya meluruskan.

seperti mba asma yang menulis untuk anak-anaknya, saya juga mau blog ini ter-search di google, dan anak-anak saya (insyaAllah) bisa liat tulisan-tulisan ibunya yang begituu tuuh pikirannya.hahahaha

atau menulis untuk siapa pun yang kebetulan atau dengan sengaja mampir.hehe

kembali ke topik, izinkan saya di Desember 2015 ini hadir kembali mem-post tulisan. why? iya doooong, soalnya saya uda punya sahabat pendukung nih bernama (background music: jeng jeng jeng jreeeeeng) Lenovo ideapad 300S 11 BR. :D

yes, laptop ini terbeli dengan membongkar tabungan menikah saya.. hiks hiks..
pembelian laptop didasarkan kepada penunjukkan saya sebagai notulen saat rapat, disuruh pergi menghadiri suatu acara/pelatihan yang mengharuskan membawa laptop, atau didasarkan pada lebih produktifnya saya bila punya laptop sendiri. Jadi saat luang bisa nyicil kerjaan, atau laptop terasa begitu bermanfaat pada pekerjaan-pekerjaan cito untuk segera di handle. :) apalagi stok laptop di subdit saya sungguh terbatas. Juga sebaiknya saya tidak bergantung pada fasilitas kantor bila bukan digunakan untuk bekerja. alhasil dengan membaca basmalah, bulat sudah niatan ini untuk membeli laptop sendiri yang insyaAllah dapat mejadikan saya lebih semangat dan lebih produktif dalam dunia tulis menulis, seperti judul postingan ini, insyaAllah :)

Laptop ini saya beli seharga 3,2 juta rupiah. Spesifikasi singkatnya adalah: ukuran layar 11,6 inch, RAM 2GB dan processornya Intel Celeron N3050. Kelebihannya adalah ringan/enteng (that's the most important thing!), harga relatif terjangkau (meskipun banyak pula laptop lain yang lebih murah varian harganya), warnanya hitam (saya suka warna hitam untuk alat elektronik), penampilannya cukup kece, dan sudah di-install windows 10 bawaan (meskipun tanpa microsoft office), serta port USBnya ada tiga. Kelemahannya adalah keyboardnya nyaman-ga nyaman (mungkin sayanya belum terbiasa), layarnya tidak cling tapi justru cukup nyaman di mata buat dipelototin lama-lama, dan trackpadnya sejujurnya saya lebih suka yang ada tombolnya. Kekurangan yang lain lagi adalah tidak ada vga untuk colok proyektor sehingga saya harus beli kabel sambungan yang harganya relatif mahal (beli di pocin seharga 105 ribu) dan blum ter-install office. Untuk office, saya nakal pake install yang bajakan, lagi-lagi di pocin.hehehe astaghfirullaah.. sebenernya uda ada kingsoft bawaan, tapi namanya kita uda biasa make office yah, jadinya ga biasa kalo pake yang lain.. peace :)

Untuk yang mau beli laptop, sekarang banyak banget tawaran harga yang cukup terjangkau. Tinggal apa kebutuhan nya. Saya misalnya, beli laptop hanya butuh untuk pekerjaan sehari-hari dengan microsoft office, browsing dan internetan, plus mungkin nonton video sesekali. Jadi asal laptopnya ga lemot buat kerja-kerja di atas, insyaAllah itu sudah lebih dari cukup. Saya bukan gamer, desain pun blum bisa.hiks jadi spek tinggi-tinggi tidak terlalu jadi kebutuhan. Langkah selanjutnya adalah menentukan budget. Kemarin setelah browsing2 kisaran harga laptop, saya menentukan harga maksimal 3,5 juta rupiah. Bermodal itu, saya memulai pemilihan kriteria:
- harga sesuai budget saya
- merk, saya prefer merk lenovo seperti laptop lama saya yang jagoan, meski batere uda ga fungsi lagi.hahaha, atau asus)
- ukuran layar, jangan terlalu besar karena saya butuh yang enteng dibawa, jangan pula yang terlalu kecil supaya lebih nyaman dipakai kerja
- keyboard dan trackpad yang bisa dibilang nyaman
- warna yang variatif,, saya ga suka laptop warna putih, meskipun beliau bilang saya pantes pake warna putih soalnya lebih manis, ceunaaah.hehehe untuk hal ini kita berbeda pendapat yaa
- engsel, soalnya punya adik saya uda ga oke engselnya
- tahan banting, supaya bisa awet bersama saya yang seringnya rusuh ini.hehehe
- kapasitas harddisk internal,  kalau bisa ya yang 500 GB ya..hehe
- bonus, misal sudah diinstall-kan windows, tas laptop, dan mouse :)

Bermodalkan kriteria di asal, bertemulah saya sama lenovo Ideapad 300S ini :)
memang ada poin2 kelemahan, tapi sejauh ini saya cukup senang :)

Tapi sebenernya kriteria di atas juga dipunyai oleh lenovo seri S20-30. Sayang saat mau beli kata mamangnya stok barunya sudah ga ada. eh saat jalan-jalan di pameran di detos, ketemu lah saya sama display S20-30.hiks banyak hal yang serupa dengan laptop saya, tapi dengan tombol trackpad yang saya maui, harga yang lebih murah, dan sudah diinstallkan office sama mamangnya. huhuu..

tapi gapapaaa, soalnya laptop saya jugaa keceee koook.hahahaha

bismillaah, mudah-mudahan banyak rizki yang mengalir melalui perantara laptop ini. karena niatan awalnya kan untuk memudahkan bekerja.hehe insyaAllah

tahun depan menikah, tetap bersabar dan berburu restu dan ridho keluarga, aamiin ya Allah,, insyaAllah
lagi-lagi,, saya mohon doanya yaa :)

Selasa, 22 September 2015

Tidak Takut dan Jadilah Pemberani :)

Dulu, saya takut dan cenderung menghindar.
tapi seiring umur yang makin bertambah, saya mulai berani memilih.
Sebuah pelajaran besar untuk berani memilih apa yang menurut saya terbaik.
Memilih dengan memahami bahwa akan ada konsekuensi yang pasti menyertai tiap pilihan.

Sederhananya adalah masalah rambut.
Dulu, saking saya takutnya menjadi botak, ngeri melihat rambut rontok, sementara stok rambut di kepala hanya tinggal serpihan, akhirnya saya selalu memotong pendek rambut. Harapannya, beban akar rambut tidak terlalu besar dan mengurangi kerontokan.

Sekarang tidak.
Ya masa sampe meninggal nanti saya kaga ngerasain punya rambut panjang sih?hahaha
yap, dengan memberanikan diri, melihat helai demi helai merontok tiap hari, pediih. tapi di sisi lain, ada kebahagiaan saat bisa melihat rambut ini bisa dikibas kayak iklan2 sampo. beuh lebai yah.hahahaha
iya, bahkan saya bilang sama rambut yang rontok2 itu. yap, mungkin Allah sudah takdirkan kalian rontok, ninggalin pasukan rambut lain yang cuma segelintir di kepala.hehehe biar saja mereka rontok, toh saya masih punya sisa rambut kuat lainnya yang masih setia hidup di kepala saya. :)
bahkan saya berdoa, kalau memang rontoknya rambut2 adalah ujian untuk manusia, bikin membuat hati bersedih, saya berharap dengan penuh harap, bahwa rontoknya rambut tadi menggugurkan pula dosa-dosa yang segunung ini.
(apa hubungannye rambut sama dosa ye? hahahaha)

Permisalan itu, saya hubungkan sama kehidupan.
ada pilihan2 yang setelah saya pikirkan, dicermati, direnungkan, ada pilihan yang hati ini sudah memantapkan. Ikhtiar diteruskan, doa dikencangkan. Perkara hasil adalah perkara Allah, maka itu lah yang membuat saya tenang dalam memilih.
Ketika memilih untuk berhenti hunting beasiswa dan melamar menjadi PNS, saat itu tekad saya sudah membulat. Bukan nekat, bukan hilang semangat. Tapi ada hal lain yang sudah saya pilih dan tidak bisa untuk tidak dipilih. Pilihan itulah yang sampai hari ini masih membulat dan masih terus diperjuangkan. Apa itu? menikah. :) Saya merasa sudah memiliki calon, maka dengan penuh harap, saya berdoa untuk dapat menikah dengannya. Semoga Allah mengabulkan, aamiin, aamiin yaa Allah :)

Menjaga niat. Itu yang penting.
Ikhtiar, doa, dan semangat. Perjuangan berat di tiap tahapan2 sampai hari ini. Kadang saya galau, takut, memang,, tapi di sisi lain, saya amat bahagia, dan saya tau bahwa setiap pilihan memiliki risiko dan konsekuensi. But now, i am not afraid to keep what i think is best for me. Hidup adalah pilihan, dan saya memilih. Yakin, dan mantap.

Lagi-lagi urusan hasil adalah urusan Allah. Tugas saya berusaha tanpa kenal menyerah, dan tentunya berdoa. saya selalu (insyaAllah) terus berbaiksangka padaNya. Tidak takut dengan masa lalu saya atau pun masa lalu beliau nya, dan berani untuk tiap konsekuensi dari pilihan ini, bila Allah mengizinkan saya menikah dengannya. (aamiin ya Allah, aamiiin (kenceng yeuh aminnya.hehehehe))

Nulis begini meringankan hati.hehe pasti dikira saya baper, ya kan?
oo no :) saya belajar mensyukuri apa yang menjadi bagian hidup saya hari ini. Hati saya masih sering mengingat pmi, saya akui itu. saya mencintai pmi dengan segala yang terjadi di sana.

Tapi saya akan cukup gentle berteriak bahwa saya sekarang adalah pegawai Badan POM yang insyaAllah sadar se-sadar2nya bahwa gaji saya hasil pajak rakyat, berusaha sekuat saya untuk amanah, bekerja keras, dan memiliki apa yang orang gadang-gadang bernama: integritas :)
Yes, kenalin, saya Wahyu Atmaja, CPNS Badan POM yang dinas di Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya, saat ini diamanahi pada Seksi Listing dan Penandaan Produk dan Bahan Berbahaya, dan saya mengerjakan SKE Kemasan Pangan, merekap laporan penggunaan bahan berbahaya oleh IP-B2, dan ikut berpartisipasi dalam terlaksananya amanah Peraturan Bersama Badan POM dan Kemendagri terkait Pengawasan Bahan Berbahaya.

eh lho kok malah bahas kerjaan ya?hahaha
Saya siap dengan segala pilihan saya. Saya memohon pertolongan Allah untuk tidak mengeluh atau protes atas apa yang Allah berikan untuk saya. Mendaftar PNS ini pun saya jalani tiap proses dengan penuh doa. Makanya saya yakin, Allah menempatkan saya pada posisi yang terbaik, karena sedari memulai pendaftaran, tidak lepas hati ini dari memohon dipilihkan pilihan yang paling baik :)
Dan itu artinya, meskipun saya mencintai pmi, saya dipilihkan tempat yang lain. Lagipula beliau bekerja di pmi.hehehe jadi saya, bila kelak Allah izinkan saya menikah, saya masih menjadi bagian dari keluarga besar rs pmi bogor. aamiin :)
(nb: bahkan saya uda bayangin bakal lahiran di pmi, dan bahkan saya uda nge-tag-in mau konsul sama dokter kandungan siapa dan maunya dirawat di mana.hehehe ini sih imaginasi cita2 dari dulu, karena di otak saya saat itu, saya akan masih jadi bagian dari pmi saat anak pertama saya lahir. uuuuuuuuu > <)

Imaginasi dan cita2 tadi masih memungkinkan direalisasikan. Bahkan cita-cita tinggal di kota adem bernama bogor masih banget saya harapkan. Semoga Allah memberi pertolongan untuk setiap niat baik :)
dan semoga Allah membantu kita menghilangkan prasangka-prasangka buruk dan menolong kita untuk mulai melihat potensi kebaikan pada diri tiap hambaNya, aamiin :)

Termasuk saat pembaca membaca postingan ini.
Saya khawatir dituduh tidak rasional lah, baper lah, naon lah, aaah come on, bersihkan prasangkanya atuuh :)

In conclusion, di usia yang tidak lagi muda ini, saya tidak takut :)
saya hidup dan saya yang menentukan masa depan hidup saya. Kepada Allah lah kita meminta pertolongan, dan perlindungan. InsyaAllah menjadi lebih berani :)

termasuk berani untuk menghadapi kematian di saat perjuangan ini belum tuntas, kepada Allah saja saya kembalikan segala niat baik. Mudah2an niat baik selalu dapat dijaga, karena niat itu sungguh gampang melenceng kawan.. :)

Untuk yang baca usia berapa pun kalian, just look at your reflection in the mirror.
Yes, you are beautiful (untuk yang perempuan yaaah..) kalo dibandingin sama saya yang sudah berusia "matang" (alias tua) ini, yah, saya jauuh. :)

tapi maaf, saya juga kece :)
dan insyaAllah akan selalu kece, sampai sampai harapan saya: khusnul khatimah, insyaAllah.. di mana saat kita nanti ber-baju-kan kain kafan pun, (yang ga modis itu), sebagai baju terakhir kita di dunia,, kita bisa teruus kece karena kita bisa senyum saat menjemput kematian. insyaAllah.
aamiin

cita-cita meeen :)
kece dari sekarang dan seterusnya ;)






Jumat, 28 Agustus 2015

Growing Old



Look at me, now i am growing old..

Ini di sebelah adalah foto saya, per agustus 2015. hmmm sudah tua bukan? di umur yang makin tua ini, tepatnya 27 tahun menuju 28 tahun, banyaaaak hal yang masih harus saya perjuangin dengan amat kuat.

Apakah itu?
Iya, semua orang juga tau. Perempuan mana yang ga pingin segera menikah, terlebih insyaAllah sudah ada laki-laki yang insyaAllah bersungguh-sungguh. Untuk cita-cita besar itu,, tentu saja sholat istikharah dan sholat hajat tak henti-hentinya dan selalu diupayakan agar Allah memberikan pertolonganNya kepada kami agar bisa segera menikah.

Menikah. Menyempurnakan separuh agama. Memulai hidup baru yang pastinya akan memerlukan perjuangan yang keras. Tapi, harapan kami, dengan kebersamaan dan saling mendukung, insyaAllah hidup menjadi lebih tenang. Melangkah maju sambil bergandengan tangan.. (uhuk uhuk..)

Kayak kayak mellow ya? hahahaha.. tapi memang.. saya sekarang dalam fase sadar bahwa perempuan bisa lebih tenang hatinya saat telah memiliki pendamping. Yang halal? tentu saja. sejak awal niatan untuk menikah insyaAllah sudah dipegang. Pinginnya ya secepatnya. Karena sekarang, saya merasa urgensi menikah amaaat beesaar.

Doa terus dipanjatkan. bahkan jauh-jauh hari gini, doa memohon putra putri yang shalih shalihah - sehat, cerdas, dan berbakti sudah saya panjatkan. Cita-cita menikah dan punya anak sudah lama saya punyai. sedari umur 22-23 tahun. Ya memang, dengan kehidupan saya yang masih amat ugal-ugalan ini, mungkin Allah menentukan waktu nya belum kemarin dan belum sekarang. Pelan-pelan, saya berusaha berubah. Mulai mendengar cerita teman-teman tentang pengasuhan anak, suka duka kehidupan pasca menikah terutama dalam hubungannya dengan keluarga besar pasangan, ibu bekerja, peluang kuliah, dan menggapai apa yang pernah kita cita-citakan. Mulai membaca curhat-curhat ibu-ibu, dari yang hamil hingga menyusui, mendengar cerita-cerita para senior dalam berproses menikah (yang gak semuanya selalu mudah. ada banyak pula yang berjuang menunggu ridho terbuka kayak saya.. dan bikin semangaaat yang pastii!), dilema ibu bekerja dengan tumbuh kembang anak, sampai pembicaraan orang dewasa seputar kontrakan, proses kredit rumah, biaya lahiran, kuliah sambil kerja, daaan sebagaaaiinyaa.

Ya Allah,, saya ga tau akan bagaimana rencanaMu dalam kehidupan hamba. Toh manusia hanya bisa bermimpi, bercita-cita, ber-rencana, berdoa, ber-ikhtiar, dan pada akhirnya ber-tawakkal.
Saya yang sekarang benar-benar telah memasukkan beliau dalam rencana kehidupan masa depan saya. (insyaAllah ya Allah)
sudah saya timbang-timbang semuanya, mulai dari perbedaan usia, pekerjaan, cita-cita untuk menempuh pendidikan lagi (kuliah), profesi, tempat tinggal, hingga membayang-bayang tentang pendidikan anak. Untuk beberapa hal belum bisa detail tentu saja, tapi saya telah menyertakan beliau dalam masa depan saya, dan insyaAllah saya mantap untuk berjuang bersama, menjadi partner, istri yang taat, dan ibu untuk anak-anak kami kelak.

memang, saya bukan lah sosok perempuan kalem. astaghfirullaah. tapi untuk kehidupan saya, saya memilih dengan sadar, dengan pertimbangan panjang..

teruntuk keluarga tercinta, yang paaliing saya cinta, bolehkah saya menunggu dibukakan pintu ridho dan restu?
saya yakin, saya memilih dengan sungguh-sungguh. Doa pun insyaAllah tidak akan pernah putus.
memang beliau tidak sempurna, tapi saya pun tidak sempurna. Berikhtiar sama-sama untuk berusaha menjadi lebih baik lagi.
saya teruus berdoa pada Allah, berharap kasih sayangNya, untuk memberikan pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka agar segenap keluarga dapat memberi kesempatan, keridhoan, kepercayaan, serta restu untuk saya menikah.

Tidak pernah ada keinginan menunda kebaikan. Tidak pernah pula bermaksud melakukan hal-hal buruk. Untuk itu saya berdoa supaya bisa disegerakan menikah. Ada banyak hal yang ingin dilakukan setelah menikah. Apalagi waktu terus jalan, dan saya bertambah tua, semakin hari semakin tua... i am growing old..

Bukan terburu-buru, tabungan pun masih dalam tahap ditambah nih.. tapi rasa di hati dan ketenangan memiliki pendamping sepertinya sudah di level urgent. Bolehkah saya berkumpul dalam kebaikan dengan orang yang dengannya saya berharap bisa bersama hingga Allah mengambil salah satu dari nyawa kita?

Sungguh deh,, ridho Mama tersayang, ridho Bapak tercinta
itu kunci nya. itu, itu yang selalu aku doakan.. aku tunggu-tunggu selalu.
itu yang menyemangati untuk terus berdoa dan meminta,
pada Allah semata, Tuhan Yang Maha Mendengar Segala doa..

salam,
atma

Minggu, 10 Januari 2016

sudah 2016 ini yaaa :)

yap, ini sudah tahun 2016 :)

banyak hal yang perlu saya lakukan untuk meng-upgrade diri, mengenai kebijaksanaan (sok iye.hahaha), karakter diri dan kepribadian, akhlak karimah, ilmu dan wawasan baik mengenai agama maupun kehidupan, kesehatan dan penampilan, hobi minat dan kesenangan, daaaan inginnya menikah, hidup dan berjuang bersama beliau orang yang insyaAllah senantiasa tersebut dalam deretan doa, aamiin :)

yang artinya makin banyak hal yang perlu di-upgrade.
misalnya ilmu komunikasi, ilmu berkeluarga, dan ilmu menjadi orang tua (parenting) yang sering bersliweran di timeline facebook :)

inilah, meski sekarang bukanlah persis awal tahun 2016 - tapi masih di bawah tanggal 15 januari ini.hehe, apa yang akan saya lakukan to make them come true:

1. lebih giat berdoa!!
mimpi yang ingin sekali saya wujudkan dengan beliau, sebuah pernikahan, insyaAllah.. yang di awali tentunya dengan berdoa, memohon pada Allah dengan tak kenal lelah supaya diberikan jalan pertolonganNya dan keridhaan-Nya dan diwujudkan dengan kesempatan serta ridha dan restu dari segenap keluarga :)
tentu berdoa untuk hajat-hajat yang lainnya, segala pinta diwujudkan dalam doa.
kalo kata line, berdoa itu ibarat mengayuh sepeda, insyaAllah akan sampai selama kita ga berhenti dan tidak terburu-buru minta dikabulkan, dan tentu yakin Allah akan mendengar segala doa kita :)

2. lebih banyak membaca!!
tentu membaca AlQuran dan artinya, jurnal/slide presentasi/materi pelatihan2 sebelum2nya, koran dan artikel, buku motivasi, quote, daan sebagainya :)
ada satu sih yang urgent, bahwa saya harus seenggaknya membaca berita seputar dunia islam melalui web dan situs terpercaya. supaya makin ngerti kondisi di Palestina, Suriah, Perancis, Myanmar, dan negara-negara lain, dan tentunya, kondisi Islam di negeri Indonesia tercinta.
lalu saya harus menambah wawasan keislaman, menghidupkan kembali semangat membaca yang aga redup terkait topik2 seputar Islam.
membaca buku yang meningkatkan skill yang lain, misalnya skill kepemimpinan, berwirausaha, atau berkomunikasi, atau skill dunia IT atau dunia gadget yang bertumbuh terus ini..

3. lebih banyak gaul di media sosial
oh men, saya gagap gempita kalau ditanya soal instagram, twitter, dan path.
yap, saya hanya pengguna wa, line, dan fb, dan tentu saja, blog ini.hehehe tapi nyatanya membaca itu semua aja memakan waktu yeuuuh.. saya ingin bisa share hal-hal yang bermanfaat, meskipun hal tersebut sederhana. kayak di fb, orang nge-share resep masakan. simple,, but it brings benefits to many readers. salah satunya ibu saya, beliau gemar mantengin resep-resep masakan yang bersliweran di fb.hehehe
dan untuk memposting atau menghasilkan sebuah tulisan, tentu diawali dengan bekal ilmu yang didapat dari membaca. yes, poin 2 tadi mendukung poin 3 ini
insyaAllah nanti saat ada kesempatan punya hape baru, saya pingiiin bangett moto banyak hal.. bukan sekedar selfie, tapi kayak kata Rania dalam Love Sparks in Korea nya Mba Asma, kita bisa share keindahan Islam, share ciptaan Allah yang luar biasa, atau share foto yang uda diedit dengan tambahan kata-kata bijak. beuuuh kece bangeettt
tapi entar yah, kalo rizki beli hape nya uda disisihin.hehe

4. lebih mengaca diri
yeah, saya masih suka galauuu.. suka kepoin orang, suka iri-iri gelisah liat ini itu di fb, suka merasa gagal baca diskusi sangarnya teman-teman sma, suka rendah diri merasa saya buruk, dan sebagainya.
no, di tahun 2016 ini saya ga mau gitu lagi. saya ingin menjadi pribadi yang bersyukur yang menerima pencapaian diri saya dengan lebih bangga. kisah orang harus dijadikan pembakar semangat. tapi keberhasilan mereka tidak perlu dijadikan bahan gelisah dengan membandingkan apa yang saya punya dengan mereka. diri kita ya seperti ini.. dan kita harus mensyukurinya :)
biarlah kegalauan saat melihat akhwat-akhwat kece nan sholihah, teman-teman yang mulai lahiran ga cuma anak pertama tapi uda pada keduaaa.. uuuuuu, teman-teman yang bergaji berpuluh juta, teman-teman yang travelling ke sana sini, teman-teman yang S2, biarlah semua kembali pada rizki masing-masing. saya ingin fokus pada hidup saya, kebahagiaan sederhana yang tak ternilai bersama dengan orang yang insyaAllah peduli dan menyayangi saya, dan fokus untuk berjuang meraih keridhoan dan restu untuk menikah, dan hidup bersama, berjuang bersama melewati sisa usia kami, insyaAllah,, itu tujuan saya saat ini. mimpi saya, and i will achieve it, insyaAllah
saya memang ambisius tentang karir, tapi saya ingin membuka peluang2 diri saya dan diri beliau, karena saya yakin rizki kami telah terjamin. menikah tidak boleh takut miskin. terus berusaha serta komitmen terhadap hal-hal yang sudah kita pilih. salah satunya adalah komitmen dalam amanah pekerjaan kami. kalau Allah jamin rizki kita dan kita ga lelah berusaha, kenapa harus khawatir. optimis laaah. yeaah

5. lebih berbaiksangka lagi, lebih postif!!

6. lebih bersih, lebih rapi, lebih kece!!
inget, gimana ge lu cewek maa. harus jaga kebersihan badan. Rasulullaah suka meminyaki rambut lho.. ayo ayoo merawat diri.hahaha (sok malesan saya..)
jaga berat badan, inget usia uda makin tua, jangan sampe sakit-sakitan gegara makan yang kebanyakan.. jlebb.. perbanyak minum air putih, naik tangga dan cukupkan berjalan kaki, bangun pagi dan jangan kelamaan tidur.

7. lebih banyak nonton film
sekarang banyak film-film dakwah. uda gitu nonton film tuh suka bisa berasa impactnya. ga perlu ke bioskop, luangin aja nonton film-film berkualitas dari laptop. drama korea sesekali pun harus ditonton. nyatanya semangat tokoh-tokoh drama yang digambarkan tidak kenal lelah dan tidak kenal menyerah, bisa menyengat semangat kita.hehe juga dalam bertahan hidup, bertahan di lingkungan yang kadang kita ga sesuai, dan bertahan dalam hal cinta. itu drama korea bisa dapett banget dah yang namanya perjuangan.. misal nih: school 2013 - tokoh gurunya go nam soon yang tak kenal menyerah!! jjinjja jjang!!

itu dulu yah.hahaha itu ge banyaak bener men.
poin galau baper itu yang masih harus diasah. saya keinget mba elok dan mba dany kalo lagi kayak gini.. mereka teh temen nya ga banyak. orang terdekat mereka ya keluarga. jarang update2 dan ga pingin show off. sederhana tapi memukau. dengan cobaan dan ujian kehidupan yang seperti apa ge, mereka ga galau di medsos. kalem, cool. mereka juga ga pamer dgn kelebihan rizki atau foto-foto jalan-jalan atau foto-foto makan-makan meskipun mereka mungkin bisa aja kalo mau show off mah.hehe

i admire you sisters..

dengan mengucap bismillaahirrahmaanirrahiim, marii kita sambut 2016 dengan positif dan optimis!!
jargonnya gini yah: 2016,, positif-optimis!! yes yes yees
(uda kayak jaman maba aja.hahaha)





Sabtu, 12 Desember 2015

Menulis Kembali

yeeyeeaaah

saya menulis blog ini lagi.. :)
terlepas ada pembaca setia atau tidak, itu tidak lah penting. tapi saya ber-azzam mau rutin menulis, tentang apapun, ya yang galau-galau, yang cuma narsis cerita tentang diri sendiri, atau yang sifatnya meluruskan.

seperti mba asma yang menulis untuk anak-anaknya, saya juga mau blog ini ter-search di google, dan anak-anak saya (insyaAllah) bisa liat tulisan-tulisan ibunya yang begituu tuuh pikirannya.hahahaha

atau menulis untuk siapa pun yang kebetulan atau dengan sengaja mampir.hehe

kembali ke topik, izinkan saya di Desember 2015 ini hadir kembali mem-post tulisan. why? iya doooong, soalnya saya uda punya sahabat pendukung nih bernama (background music: jeng jeng jeng jreeeeeng) Lenovo ideapad 300S 11 BR. :D

yes, laptop ini terbeli dengan membongkar tabungan menikah saya.. hiks hiks..
pembelian laptop didasarkan kepada penunjukkan saya sebagai notulen saat rapat, disuruh pergi menghadiri suatu acara/pelatihan yang mengharuskan membawa laptop, atau didasarkan pada lebih produktifnya saya bila punya laptop sendiri. Jadi saat luang bisa nyicil kerjaan, atau laptop terasa begitu bermanfaat pada pekerjaan-pekerjaan cito untuk segera di handle. :) apalagi stok laptop di subdit saya sungguh terbatas. Juga sebaiknya saya tidak bergantung pada fasilitas kantor bila bukan digunakan untuk bekerja. alhasil dengan membaca basmalah, bulat sudah niatan ini untuk membeli laptop sendiri yang insyaAllah dapat mejadikan saya lebih semangat dan lebih produktif dalam dunia tulis menulis, seperti judul postingan ini, insyaAllah :)

Laptop ini saya beli seharga 3,2 juta rupiah. Spesifikasi singkatnya adalah: ukuran layar 11,6 inch, RAM 2GB dan processornya Intel Celeron N3050. Kelebihannya adalah ringan/enteng (that's the most important thing!), harga relatif terjangkau (meskipun banyak pula laptop lain yang lebih murah varian harganya), warnanya hitam (saya suka warna hitam untuk alat elektronik), penampilannya cukup kece, dan sudah di-install windows 10 bawaan (meskipun tanpa microsoft office), serta port USBnya ada tiga. Kelemahannya adalah keyboardnya nyaman-ga nyaman (mungkin sayanya belum terbiasa), layarnya tidak cling tapi justru cukup nyaman di mata buat dipelototin lama-lama, dan trackpadnya sejujurnya saya lebih suka yang ada tombolnya. Kekurangan yang lain lagi adalah tidak ada vga untuk colok proyektor sehingga saya harus beli kabel sambungan yang harganya relatif mahal (beli di pocin seharga 105 ribu) dan blum ter-install office. Untuk office, saya nakal pake install yang bajakan, lagi-lagi di pocin.hehehe astaghfirullaah.. sebenernya uda ada kingsoft bawaan, tapi namanya kita uda biasa make office yah, jadinya ga biasa kalo pake yang lain.. peace :)

Untuk yang mau beli laptop, sekarang banyak banget tawaran harga yang cukup terjangkau. Tinggal apa kebutuhan nya. Saya misalnya, beli laptop hanya butuh untuk pekerjaan sehari-hari dengan microsoft office, browsing dan internetan, plus mungkin nonton video sesekali. Jadi asal laptopnya ga lemot buat kerja-kerja di atas, insyaAllah itu sudah lebih dari cukup. Saya bukan gamer, desain pun blum bisa.hiks jadi spek tinggi-tinggi tidak terlalu jadi kebutuhan. Langkah selanjutnya adalah menentukan budget. Kemarin setelah browsing2 kisaran harga laptop, saya menentukan harga maksimal 3,5 juta rupiah. Bermodal itu, saya memulai pemilihan kriteria:
- harga sesuai budget saya
- merk, saya prefer merk lenovo seperti laptop lama saya yang jagoan, meski batere uda ga fungsi lagi.hahaha, atau asus)
- ukuran layar, jangan terlalu besar karena saya butuh yang enteng dibawa, jangan pula yang terlalu kecil supaya lebih nyaman dipakai kerja
- keyboard dan trackpad yang bisa dibilang nyaman
- warna yang variatif,, saya ga suka laptop warna putih, meskipun beliau bilang saya pantes pake warna putih soalnya lebih manis, ceunaaah.hehehe untuk hal ini kita berbeda pendapat yaa
- engsel, soalnya punya adik saya uda ga oke engselnya
- tahan banting, supaya bisa awet bersama saya yang seringnya rusuh ini.hehehe
- kapasitas harddisk internal,  kalau bisa ya yang 500 GB ya..hehe
- bonus, misal sudah diinstall-kan windows, tas laptop, dan mouse :)

Bermodalkan kriteria di asal, bertemulah saya sama lenovo Ideapad 300S ini :)
memang ada poin2 kelemahan, tapi sejauh ini saya cukup senang :)

Tapi sebenernya kriteria di atas juga dipunyai oleh lenovo seri S20-30. Sayang saat mau beli kata mamangnya stok barunya sudah ga ada. eh saat jalan-jalan di pameran di detos, ketemu lah saya sama display S20-30.hiks banyak hal yang serupa dengan laptop saya, tapi dengan tombol trackpad yang saya maui, harga yang lebih murah, dan sudah diinstallkan office sama mamangnya. huhuu..

tapi gapapaaa, soalnya laptop saya jugaa keceee koook.hahahaha

bismillaah, mudah-mudahan banyak rizki yang mengalir melalui perantara laptop ini. karena niatan awalnya kan untuk memudahkan bekerja.hehe insyaAllah

tahun depan menikah, tetap bersabar dan berburu restu dan ridho keluarga, aamiin ya Allah,, insyaAllah
lagi-lagi,, saya mohon doanya yaa :)

Selasa, 22 September 2015

Tidak Takut dan Jadilah Pemberani :)

Dulu, saya takut dan cenderung menghindar.
tapi seiring umur yang makin bertambah, saya mulai berani memilih.
Sebuah pelajaran besar untuk berani memilih apa yang menurut saya terbaik.
Memilih dengan memahami bahwa akan ada konsekuensi yang pasti menyertai tiap pilihan.

Sederhananya adalah masalah rambut.
Dulu, saking saya takutnya menjadi botak, ngeri melihat rambut rontok, sementara stok rambut di kepala hanya tinggal serpihan, akhirnya saya selalu memotong pendek rambut. Harapannya, beban akar rambut tidak terlalu besar dan mengurangi kerontokan.

Sekarang tidak.
Ya masa sampe meninggal nanti saya kaga ngerasain punya rambut panjang sih?hahaha
yap, dengan memberanikan diri, melihat helai demi helai merontok tiap hari, pediih. tapi di sisi lain, ada kebahagiaan saat bisa melihat rambut ini bisa dikibas kayak iklan2 sampo. beuh lebai yah.hahahaha
iya, bahkan saya bilang sama rambut yang rontok2 itu. yap, mungkin Allah sudah takdirkan kalian rontok, ninggalin pasukan rambut lain yang cuma segelintir di kepala.hehehe biar saja mereka rontok, toh saya masih punya sisa rambut kuat lainnya yang masih setia hidup di kepala saya. :)
bahkan saya berdoa, kalau memang rontoknya rambut2 adalah ujian untuk manusia, bikin membuat hati bersedih, saya berharap dengan penuh harap, bahwa rontoknya rambut tadi menggugurkan pula dosa-dosa yang segunung ini.
(apa hubungannye rambut sama dosa ye? hahahaha)

Permisalan itu, saya hubungkan sama kehidupan.
ada pilihan2 yang setelah saya pikirkan, dicermati, direnungkan, ada pilihan yang hati ini sudah memantapkan. Ikhtiar diteruskan, doa dikencangkan. Perkara hasil adalah perkara Allah, maka itu lah yang membuat saya tenang dalam memilih.
Ketika memilih untuk berhenti hunting beasiswa dan melamar menjadi PNS, saat itu tekad saya sudah membulat. Bukan nekat, bukan hilang semangat. Tapi ada hal lain yang sudah saya pilih dan tidak bisa untuk tidak dipilih. Pilihan itulah yang sampai hari ini masih membulat dan masih terus diperjuangkan. Apa itu? menikah. :) Saya merasa sudah memiliki calon, maka dengan penuh harap, saya berdoa untuk dapat menikah dengannya. Semoga Allah mengabulkan, aamiin, aamiin yaa Allah :)

Menjaga niat. Itu yang penting.
Ikhtiar, doa, dan semangat. Perjuangan berat di tiap tahapan2 sampai hari ini. Kadang saya galau, takut, memang,, tapi di sisi lain, saya amat bahagia, dan saya tau bahwa setiap pilihan memiliki risiko dan konsekuensi. But now, i am not afraid to keep what i think is best for me. Hidup adalah pilihan, dan saya memilih. Yakin, dan mantap.

Lagi-lagi urusan hasil adalah urusan Allah. Tugas saya berusaha tanpa kenal menyerah, dan tentunya berdoa. saya selalu (insyaAllah) terus berbaiksangka padaNya. Tidak takut dengan masa lalu saya atau pun masa lalu beliau nya, dan berani untuk tiap konsekuensi dari pilihan ini, bila Allah mengizinkan saya menikah dengannya. (aamiin ya Allah, aamiiin (kenceng yeuh aminnya.hehehehe))

Nulis begini meringankan hati.hehe pasti dikira saya baper, ya kan?
oo no :) saya belajar mensyukuri apa yang menjadi bagian hidup saya hari ini. Hati saya masih sering mengingat pmi, saya akui itu. saya mencintai pmi dengan segala yang terjadi di sana.

Tapi saya akan cukup gentle berteriak bahwa saya sekarang adalah pegawai Badan POM yang insyaAllah sadar se-sadar2nya bahwa gaji saya hasil pajak rakyat, berusaha sekuat saya untuk amanah, bekerja keras, dan memiliki apa yang orang gadang-gadang bernama: integritas :)
Yes, kenalin, saya Wahyu Atmaja, CPNS Badan POM yang dinas di Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya, saat ini diamanahi pada Seksi Listing dan Penandaan Produk dan Bahan Berbahaya, dan saya mengerjakan SKE Kemasan Pangan, merekap laporan penggunaan bahan berbahaya oleh IP-B2, dan ikut berpartisipasi dalam terlaksananya amanah Peraturan Bersama Badan POM dan Kemendagri terkait Pengawasan Bahan Berbahaya.

eh lho kok malah bahas kerjaan ya?hahaha
Saya siap dengan segala pilihan saya. Saya memohon pertolongan Allah untuk tidak mengeluh atau protes atas apa yang Allah berikan untuk saya. Mendaftar PNS ini pun saya jalani tiap proses dengan penuh doa. Makanya saya yakin, Allah menempatkan saya pada posisi yang terbaik, karena sedari memulai pendaftaran, tidak lepas hati ini dari memohon dipilihkan pilihan yang paling baik :)
Dan itu artinya, meskipun saya mencintai pmi, saya dipilihkan tempat yang lain. Lagipula beliau bekerja di pmi.hehehe jadi saya, bila kelak Allah izinkan saya menikah, saya masih menjadi bagian dari keluarga besar rs pmi bogor. aamiin :)
(nb: bahkan saya uda bayangin bakal lahiran di pmi, dan bahkan saya uda nge-tag-in mau konsul sama dokter kandungan siapa dan maunya dirawat di mana.hehehe ini sih imaginasi cita2 dari dulu, karena di otak saya saat itu, saya akan masih jadi bagian dari pmi saat anak pertama saya lahir. uuuuuuuuu > <)

Imaginasi dan cita2 tadi masih memungkinkan direalisasikan. Bahkan cita-cita tinggal di kota adem bernama bogor masih banget saya harapkan. Semoga Allah memberi pertolongan untuk setiap niat baik :)
dan semoga Allah membantu kita menghilangkan prasangka-prasangka buruk dan menolong kita untuk mulai melihat potensi kebaikan pada diri tiap hambaNya, aamiin :)

Termasuk saat pembaca membaca postingan ini.
Saya khawatir dituduh tidak rasional lah, baper lah, naon lah, aaah come on, bersihkan prasangkanya atuuh :)

In conclusion, di usia yang tidak lagi muda ini, saya tidak takut :)
saya hidup dan saya yang menentukan masa depan hidup saya. Kepada Allah lah kita meminta pertolongan, dan perlindungan. InsyaAllah menjadi lebih berani :)

termasuk berani untuk menghadapi kematian di saat perjuangan ini belum tuntas, kepada Allah saja saya kembalikan segala niat baik. Mudah2an niat baik selalu dapat dijaga, karena niat itu sungguh gampang melenceng kawan.. :)

Untuk yang baca usia berapa pun kalian, just look at your reflection in the mirror.
Yes, you are beautiful (untuk yang perempuan yaaah..) kalo dibandingin sama saya yang sudah berusia "matang" (alias tua) ini, yah, saya jauuh. :)

tapi maaf, saya juga kece :)
dan insyaAllah akan selalu kece, sampai sampai harapan saya: khusnul khatimah, insyaAllah.. di mana saat kita nanti ber-baju-kan kain kafan pun, (yang ga modis itu), sebagai baju terakhir kita di dunia,, kita bisa teruus kece karena kita bisa senyum saat menjemput kematian. insyaAllah.
aamiin

cita-cita meeen :)
kece dari sekarang dan seterusnya ;)






Jumat, 28 Agustus 2015

Growing Old



Look at me, now i am growing old..

Ini di sebelah adalah foto saya, per agustus 2015. hmmm sudah tua bukan? di umur yang makin tua ini, tepatnya 27 tahun menuju 28 tahun, banyaaaak hal yang masih harus saya perjuangin dengan amat kuat.

Apakah itu?
Iya, semua orang juga tau. Perempuan mana yang ga pingin segera menikah, terlebih insyaAllah sudah ada laki-laki yang insyaAllah bersungguh-sungguh. Untuk cita-cita besar itu,, tentu saja sholat istikharah dan sholat hajat tak henti-hentinya dan selalu diupayakan agar Allah memberikan pertolonganNya kepada kami agar bisa segera menikah.

Menikah. Menyempurnakan separuh agama. Memulai hidup baru yang pastinya akan memerlukan perjuangan yang keras. Tapi, harapan kami, dengan kebersamaan dan saling mendukung, insyaAllah hidup menjadi lebih tenang. Melangkah maju sambil bergandengan tangan.. (uhuk uhuk..)

Kayak kayak mellow ya? hahahaha.. tapi memang.. saya sekarang dalam fase sadar bahwa perempuan bisa lebih tenang hatinya saat telah memiliki pendamping. Yang halal? tentu saja. sejak awal niatan untuk menikah insyaAllah sudah dipegang. Pinginnya ya secepatnya. Karena sekarang, saya merasa urgensi menikah amaaat beesaar.

Doa terus dipanjatkan. bahkan jauh-jauh hari gini, doa memohon putra putri yang shalih shalihah - sehat, cerdas, dan berbakti sudah saya panjatkan. Cita-cita menikah dan punya anak sudah lama saya punyai. sedari umur 22-23 tahun. Ya memang, dengan kehidupan saya yang masih amat ugal-ugalan ini, mungkin Allah menentukan waktu nya belum kemarin dan belum sekarang. Pelan-pelan, saya berusaha berubah. Mulai mendengar cerita teman-teman tentang pengasuhan anak, suka duka kehidupan pasca menikah terutama dalam hubungannya dengan keluarga besar pasangan, ibu bekerja, peluang kuliah, dan menggapai apa yang pernah kita cita-citakan. Mulai membaca curhat-curhat ibu-ibu, dari yang hamil hingga menyusui, mendengar cerita-cerita para senior dalam berproses menikah (yang gak semuanya selalu mudah. ada banyak pula yang berjuang menunggu ridho terbuka kayak saya.. dan bikin semangaaat yang pastii!), dilema ibu bekerja dengan tumbuh kembang anak, sampai pembicaraan orang dewasa seputar kontrakan, proses kredit rumah, biaya lahiran, kuliah sambil kerja, daaan sebagaaaiinyaa.

Ya Allah,, saya ga tau akan bagaimana rencanaMu dalam kehidupan hamba. Toh manusia hanya bisa bermimpi, bercita-cita, ber-rencana, berdoa, ber-ikhtiar, dan pada akhirnya ber-tawakkal.
Saya yang sekarang benar-benar telah memasukkan beliau dalam rencana kehidupan masa depan saya. (insyaAllah ya Allah)
sudah saya timbang-timbang semuanya, mulai dari perbedaan usia, pekerjaan, cita-cita untuk menempuh pendidikan lagi (kuliah), profesi, tempat tinggal, hingga membayang-bayang tentang pendidikan anak. Untuk beberapa hal belum bisa detail tentu saja, tapi saya telah menyertakan beliau dalam masa depan saya, dan insyaAllah saya mantap untuk berjuang bersama, menjadi partner, istri yang taat, dan ibu untuk anak-anak kami kelak.

memang, saya bukan lah sosok perempuan kalem. astaghfirullaah. tapi untuk kehidupan saya, saya memilih dengan sadar, dengan pertimbangan panjang..

teruntuk keluarga tercinta, yang paaliing saya cinta, bolehkah saya menunggu dibukakan pintu ridho dan restu?
saya yakin, saya memilih dengan sungguh-sungguh. Doa pun insyaAllah tidak akan pernah putus.
memang beliau tidak sempurna, tapi saya pun tidak sempurna. Berikhtiar sama-sama untuk berusaha menjadi lebih baik lagi.
saya teruus berdoa pada Allah, berharap kasih sayangNya, untuk memberikan pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka agar segenap keluarga dapat memberi kesempatan, keridhoan, kepercayaan, serta restu untuk saya menikah.

Tidak pernah ada keinginan menunda kebaikan. Tidak pernah pula bermaksud melakukan hal-hal buruk. Untuk itu saya berdoa supaya bisa disegerakan menikah. Ada banyak hal yang ingin dilakukan setelah menikah. Apalagi waktu terus jalan, dan saya bertambah tua, semakin hari semakin tua... i am growing old..

Bukan terburu-buru, tabungan pun masih dalam tahap ditambah nih.. tapi rasa di hati dan ketenangan memiliki pendamping sepertinya sudah di level urgent. Bolehkah saya berkumpul dalam kebaikan dengan orang yang dengannya saya berharap bisa bersama hingga Allah mengambil salah satu dari nyawa kita?

Sungguh deh,, ridho Mama tersayang, ridho Bapak tercinta
itu kunci nya. itu, itu yang selalu aku doakan.. aku tunggu-tunggu selalu.
itu yang menyemangati untuk terus berdoa dan meminta,
pada Allah semata, Tuhan Yang Maha Mendengar Segala doa..

salam,
atma